Dari pedagang sembako seperti Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga, hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian memiliki rumah dapat diwujudkan ketika ada kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.
Jakarta, 4 September 2026 – Warung milik Rosmini, seorang
pedagang sembako di Kabupaten
Batang, Jawa Tengah, pernah roboh diterjang angin puting beliung. Sempat
terpikir untuk berhenti, Rosmini memilih
bangkit dan kembali
berjualan. Dari berjualan nasi,
ia mengembangkan usahanya dengan menjual gorengan, makanan ringan
hingga kebutuhan sehari-hari.
Kini, bukan hanya usahanya yang kembali berdiri. Rosmini
juga telah memiliki rumah sendiri melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang.
Kisah Rosmini menjadi gambaran bahwa memiliki rumah pertama tidak
selalu harus menunggu penghasilan besar. Melalui Program FLPP, Pemerintah memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat memiliki rumah yang layak dan
terjangkau. Program ini dikelola BP Tapera dan disalurkan melalui bank penyalur
kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda
yang telah memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan kesempatan kepemilikan
rumah melalui Program FLPP.
Heru mengatakan, rumah pertama bukan sekadar bangunan tempat tinggal,
tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat dalam membangun
kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.
“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang
keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki
perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah
dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan
yang ada,” tambah Heru.
Pada tahun 2026,
Pemerintah menyediakan kuota
sebanyak 350.000 unit rumah subsidi
melalui Program FLPP. Artinya, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi
persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.
Hingga 4 September 2026, realisasi sementara Program FLPP
periode 1 Januari–3 September 2026 telah mencapai 144.691 unit rumah, dengan
nilai pembiayaan sebesar Rp17,99 triliun.
Capaian tersebut menjadi
bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi
masyarakat. Dengan kuota yang masih tersedia, BP Tapera mendorong masyarakat
yang belum memiliki rumah untuk mulai mencari informasi, mempertimbangkan
kemampuan finansial, dan melihat peluang kepemilikan rumah melalui Program
FLPP.
Dari pedagang sembako seperti
Rosmini, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga,
hingga generasi muda berusia 19–25 tahun, setiap penerima manfaat memiliki
cerita dan titik awal yang berbeda. Namun, mereka membuktikan bahwa impian
memiliki rumah dapat diwujudkan ketika
ada kemauan untuk
berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.
Karena rumah pertama
bukan tentang seberapa
besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk
masa depan.
Artikel ini juga tayanh di vritimes