Polda NTT Perkuat Sinergi Indonesia, Australia, dan Timor-Leste Jaga Perbatasan

FOX News
7 Agu 2026 02:17
Bisnis 0 8
3 menit membaca

Kupang, NTT, 7
Agustus 2026
– Polda Nusa Tenggara Timur terus
menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat keamanan wilayah perbatasan melalui
Trilateral Meeting antara Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Polícia
Nacional de Timor-Leste (PNTL). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk
mempererat kerja sama tiga negara dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas
negara yang semakin kompleks serta berdampak langsung terhadap keamanan dan
keselamatan masyarakat.

Posisi geografis Nusa Tenggara Timur yang berbatasan
langsung dengan Timor-Leste serta berada pada jalur strategis menuju Australia
menjadikan pengamanan kawasan perbatasan sebagai tantangan yang tidak dapat
dilakukan secara parsial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang semakin kuat
agar berbagai potensi kejahatan lintas batas dapat dicegah sejak dini melalui
kerja sama yang terkoordinasi.

Kapolda NTT, Irjen
Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si,
mengatakan,  “Tantangan
keamanan di wilayah perbatasan tidak dapat kita hadapi sendiri. Kolaborasi
menjadi kunci, terutama dalam pengawasan wilayah perbatasan, pertukaran
informasi intelijen, serta penanganan kejahatan transnasional. Posisi strategis
NTT menuntut kerja sama yang semakin erat agar keamanan kawasan tetap terjaga
dan masyarakat memperoleh perlindungan yang maksimal.”

Komitmen tersebut turut
diperkuat dengan kehadiran delegasi AFP yang dipimpin Federal Agent Chad
Aston
bersama Judy Goldsmith, Sarah Hammond, dan Dalia Das Regas. Sementara
itu, delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Calisto Gonzaga bersama
Boavida Ribeiro, Eugenio Pereira, dan Esterlita Gama Soares. Kehadiran kedua
delegasi tersebut semakin mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat
keamanan kawasan melalui kolaborasi internasional.

Sebagai bentuk dukungan
nyata terhadap penguatan pengamanan wilayah perbatasan, AFP menyerahkan bantuan
sarana operasional kepada Polda NTT berupa sepeda motor, laptop, printer, dan
teropong. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas personel
sekaligus memperkuat efektivitas patroli dan pengawasan di kawasan perbatasan.

Usai seremoni pembukaan,
delegasi Polri, AFP, dan PNTL melanjutkan rapat teknis untuk membahas penguatan
koordinasi, mekanisme pertukaran informasi intelijen, serta langkah operasional
bersama dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara. Pembahasan
tersebut diharapkan mampu mempercepat respons aparat sekaligus memperkuat
sistem pengamanan di kawasan Indonesia, Timor-Leste, dan Australia.

Kepala Bidang
Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H.
, mengatakan, ”Trilateral Meeting
ini menjadi bukti bahwa Polda NTT tidak hanya fokus menjaga keamanan wilayah,
tetapi juga aktif membangun kolaborasi internasional demi melindungi
masyarakat. Kerja sama ini akan memperkuat deteksi dini, mempercepat pertukaran
informasi, dan meningkatkan kapasitas aparat dalam menghadapi berbagai ancaman
lintas negara secara lebih efektif.”

Melalui Trilateral
Meeting
ini, Polda NTT kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan
dalam menjaga keamanan perbatasan Indonesia. Sinergi yang semakin kuat antara
Polri, AFP, dan PNTL menjadi fondasi penting untuk mempersempit ruang gerak
pelaku kejahatan lintas negara, memperkuat stabilitas kawasan, serta
menghadirkan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat di wilayah
perbatasan.

Artikel ini juga tayanh di vritimes