Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang mengalami pemulihan pada perdagangan hari Senin (26/10/26) setelah mengalami penurunan tajam dan menyentuh zona support kuat di US$3.959–US$3.982. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, area tersebut berpotensi menjadi titik pembentukan Swing Low baru yang membuka peluang koreksi kenaikan menuju resistance US$4.086–US$4.112. Meski demikian, potensi rebound masih bersifat korektif dan belum mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa zona US$3.959–US$3.982 menjadi area penting untuk memantau respons harga emas setelah tekanan jual yang signifikan. Apabila support tersebut mampu bertahan, XAUUSD berpeluang membentuk Swing Low, yakni titik terendah lokal sebelum harga mencoba bergerak naik. Kondisi ini dapat membuka ruang pemulihan jangka pendek setelah penurunan sebelumnya.
Dalam proyeksi teknikal Dupoin Futures, resistance US$4.086 menjadi area pertama yang perlu diperhatikan apabila momentum rebound mulai terbentuk. Jika tekanan beli berlanjut, harga emas berpotensi menguji resistance berikutnya di US$4.112. Namun, kenaikan menuju kedua level tersebut belum dapat diartikan sebagai perubahan tren bearish menjadi bullish. Diperlukan konfirmasi pergerakan yang lebih kuat untuk menilai apakah pemulihan dapat berkembang menjadi pembalikan tren.
Sebaliknya, apabila harga emas menembus zona support US$3.959–US$3.982 secara valid, skenario rebound berisiko gagal. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan dan membuka peluang pelemahan lanjutan. Karena itu, kemampuan harga bertahan di area support menjadi faktor utama yang dicermati dalam analisis Dupoin Futures untuk menentukan prospek XAUUSD dalam jangka pendek.
Dari sisi fundamental, arah harga emas masih dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, serta kekuatan dolar AS. Mengacu pada rangkuman Reuters, perubahan ketiga faktor tersebut dapat menentukan apakah emas memperoleh ruang untuk pulih atau kembali menghadapi tekanan jual.
Apabila dolar AS mulai melemah dan tekanan jual terhadap emas mereda, peluang rebound berpotensi semakin terbuka. Pelemahan dolar dapat membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain, sedangkan penurunan yield Treasury dapat mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Kombinasi tersebut berpotensi mendukung pemulihan harga emas setelah mengalami koreksi tajam.
Namun, jika dolar AS dan yield Treasury kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD dapat meningkat. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter The Fed juga berpotensi memicu volatilitas karena investor menyesuaikan ekspektasi terhadap suku bunga AS. Oleh sebab itu, perkembangan fundamental tetap perlu diperhatikan bersama sinyal teknikal di sekitar support dan resistance.
Dupoin Futures melihat bahwa prospek emas hari ini bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support US$3.959–US$3.982. Selama zona tersebut bertahan, peluang koreksi kenaikan menuju US$4.086–US$4.112 masih terbuka. Namun, penembusan support secara valid dapat mengubah skenario dan meningkatkan risiko penurunan lanjutan.
Analisis ini merupakan proyeksi pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.
Artikel ini juga tayanh di vritimes