Avenew Sukses Gelar AveXchange 2026, Luncurkan SCOPE dan Indonesia PMO Index 2026 bersama Komunitas PMO Indonesia

FOX News
2 Okt 2026 09:35
Bisnis 0 6
7 menit membaca

Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026, PMO exchange pertama di Indonesia, pada 17 September 2026 di Jakarta, dihadiri lebih dari seratus praktisi, akademisi, dan peneliti project management. Forum ini menghadirkan pembicara ahli termasuk Dr. Alin Veronika yang memperkenalkan PMO Lotus Framework dan AVERYL Theory, diskusi panel lintas industri, serta dua momen puncak, peluncuran SCOPE sebagai pusat riset terapan Avenew dan peluncuran Indonesia PMO Index 2026, riset nasional pertama soal kematangan PMO di Indonesia. Acara ini juga mencatat tingkat kepuasan peserta yang tinggi dan mendorong sejumlah organisasi, termasuk Telkom Indonesia, Telkomsel, dan Universitas Indonesia, untuk menindaklanjuti dengan inisiatif transformasi PMO di organisasi masing-masing.

Jakarta, September 2026 – Avenew menyelenggarakan AveXchange 2026 di The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta Selatan, Kamis 17 September 2026. Acara berlangsung sehari penuh, dari sesi registrasi pagi hingga closing ceremony sore hari, dan diposisikan sebagai PMO exchange pertama di Indonesia dengan tema The X Factor of PMO. AveXchange 2026 merupakan kolaborasi Avenew Group, SCOPE, dan PMO Indonesia, sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-13 Avenew Indonesia.

Forum ini dihadiri lebih dari seratus praktisi PMO, project manager, akademisi, dan peneliti di bidang project management. Rangkaian acara memadukan expert talks, scholars talk, diskusi panel, dan sesi networking, dengan dua momen puncak yang menjadi sorotan hari itu, peluncuran resmi SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, dan peluncuran Indonesia PMO Index 2026, riset nasional pertama yang mengukur PMO Maturity di Indonesia.

PMO Bukan Fungsi Pendukung, tapi Pendorong Strategis

Bayu Aditya Firmansyah, CEO Avenew Indonesia, dalam sambutannya mengangkat pertanyaan besar yang menjadi benang merah seluruh rangkaian AveXchange 2026.

“PMO bukan hadir sebagai fungsi pendukung, tetapi menjadi bagian penting dalam membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya, sehingga pertanyaan besarnya adalah, apa yang bisa membuat PMO benar-benar memberikan impact dan value kepada organisasi. Dan itulah yang kita sebut sebagai The X Factor of PMO,” ujar Bayu.

Bayu menegaskan posisi PMO bukan hanya sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian penting yang membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya.

“X factor itulah yang membuat PMO tidak hanya menjalankan mandat, tetapi menciptakan impact nyata bagi organisasi. PMO harus tetap relevan ketika prioritas berubah dan mampu menjembatani strategi, eksekusi, serta value bagi organisasi,” tutupnya. 

Baginya, forum ini dirancang untuk membuka ruang diskusi, bukan memberi satu jawaban final, ruang untuk membandingkan praktik antar industri, menguji kembali asumsi, dan memunculkan ide baru tentang bagaimana PMO menciptakan value yang lebih besar.

Tiga Perspektif dari Panggung Utama

Tiga expert talks mengisi sesi pagi. Andre Permana, praktisi infrastructure financing dan project risk, membahas cara mengubah mandate publik menjadi proyek yang dapat dieksekusi dan menghasilkan value publik yang terukur.

“Keberhasilan PMO tidak diukur dari seberapa banyak project charter atau dashboard yang dihasilkan, tetapi dari seberapa besar mandate benar-benar terkonversi menjadi dampak,” ujar Andre.

Dr. Alin Veronika, PMO Transformation Strategist sekaligus CEO Avenew Academy, memaparkan hasil risetnya mengenai maturity PMO di Indonesia. Ia memperkenalkan PMO Lotus Framework, model yang telah dihak ciptakan dan dibangun di atas lima kapabilitas, mulai dari strategic alignment hingga capability development.

“Capability dan risk interpretation adalah dua hal yang menjadi X factor bagi PMO. Capability menunjukkan seberapa siap kita beradaptasi terhadap perubahan, sementara risk memberi sinyal kapan adaptasi itu dibutuhkan,” ujar Dr. Alin.

Dr. Mohammad Ichsan, Associate Professor in Project Management BINUS Business School, membawakan sesi bertajuk Unlocking Organizational Potential by Developing the PMO Leaders Competencies. Ia menyoroti pentingnya kompetensi pemimpin PMO di tengah semakin banyaknya proyek yang berjalan di Indonesia.

“Proyek dan PMO berjalan di dua jalur yang berbeda. Jalur proyek mengantarkan produk, sementara jalur PMO memastikan value benar-benar terdeliver,” ujar Dr. Ichsan.

SCOPE Resmi Diluncurkan

Sesi pagi ditutup dengan scholars talk yang menjadi momen peluncuran SCOPE, Strategic Center for Organizational & Project Excellence, pusat riset terapan Avenew. Sesi ini dibuka dengan penayangan video promosi SCOPE, dilanjutkan diskusi bersama Dr. Ir. Andi Muhammad Ifrad selaku Head of SCOPE, bersama anggota Senior Advisory Group, yaitu Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, Leni Sagita Riantini, dan Dr. Mohammad Ichsan.

SCOPE diposisikan sebagai pusat riset terapan, inovasi, dan pengembangan pengetahuan yang menghubungkan kajian akademik dengan kebutuhan industri dan tantangan organisasi di lapangan. SCOPE berada di bawah ekosistem Avenew Group, di bawah naungan Avenew Academy yang dipimpin Dr. Alin Veronika.

“Peluncuran SCOPE menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem riset yang melampaui sekadar pengetahuan akademik. Kami ingin menghubungkan riset yang kredibel dengan kebutuhan nyata organisasi dan industri, mengubah evidence menjadi knowledge, tools, dan solusi yang memberikan dampak nyata,” ujar Dr. Andi Muhammad Ifrad.

Satu momen puncak sesi pengenalan SCOPE adalah peluncuran Indonesia PMO Index 2026. Indonesia PMO Index 2026 adalah riset nasional pertama yang mengukur kematangan, risiko, dan kesiapan transformasi PMO di Indonesia. Indonesia PMO Index 2026 kini dapat diakses secara terbuka melalui situs SCOPE di scopeacademia.com/research/reports/indonesia-pmo-index-2026.

Selain Indonesia PMO Index 2026, SCOPE juga tengah mengembangkan Journal of Project Management Research (JPMR) sebagai publikasi ilmiah, bersama sejumlah output riset lain berupa buku referensi, white paper, dan riset insight JPMR saat ini juga tengah membuka Call for Papers untuk Volume 2, No.1 (2026) yang dapat diakses melalui halaman utama JPMR: https://journalpmresearch.com/jpmr. 

Diskusi Panel Lintas Industri

Sesi siang dibuka dengan panel discussion yang menghadirkan empat pemimpin PMO dari lintas industri, dimoderatori oleh Bayu Aditya Firmansyah. 

Ika Avianto, Head of Project Management Office Avenew Indonesia, membahas peran PMO dalam mengorkestrasi National Strategic Projects, dari pengalamannya mendampingi proyek strategis nasional sejak 2019, dan bagaimana PMO berkembang menjadi Program Management Office untuk mengelola kompleksitas lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan skema KPBU.

Agus Rianto, Vice President of Project Management Office PT PLN, memaparkan transformasi digital dalam monitoring dan pengendalian proyek konstruksi ketenagalistrikan PLN lewat sesi Smart Project Management.  Tri Sutrisno, Head of PMO Department PT Pegadaian, mengangkat tantangan menerjemahkan ambisi strategis menjadi hasil bisnis yang terukur, dan bagaimana PMO Pegadaian berevolusi menjadi strategic integrator antara ambisi dan eksekusi. Aditya Pradana, Head of PMO Transformation Pertamina Bina Medika IHC, memperkenalkan pendekatan Bi-Model PMO yang menghubungkan orkestrasi strategis di level korporat dengan eksekusi transformasi di level rumah sakit.

Dua Perspektif Penutup

Acara dilanjutkan dengan dua expert talks penutup. Sachlani, President PMO INDONESIA, membawakan sesi Elevate Your PMO: Turning Benefits Management into a Value Engine, mengajak peserta mengubah fokus PMO dari sekadar menyelesaikan proyek menjadi menjaga agar manfaat proyek benar-benar terealisasi setelah serah terima.

C. Chalid Tamimi, Managing Partner DCOptima, menutup rangkaian expert talks dengan sesi Building PMOs Before There Was a Map, membagikan pengalamannya selama dua dekade membangun PMO di Indonesia sejak belum ada standar dan metodologi yang baku, dari sektor perbankan, pemerintahan, infrastruktur, manufaktur, hingga kesehatan. Acara ditutup pada pukul 17.00 dengan closing ceremony.

Hasil dan Dampak AveXchange 2026

Survei terhadap peserta AveXchange 2026 menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi di seluruh aspek penyelenggaraan. Peserta juga melaporkan peningkatan pemahaman yang signifikan soal PMO setelah mengikuti acara, dengan PMO Strategy & Transformation sebagai topik yang paling mengubah cara pandang mereka. Pelajaran yang paling banyak digarisbawahi peserta adalah bahwa PMO harus bertransformasi menjadi strategic value-add hub, bukan sekadar unit eksekusi administratif.

Dari sisi pembicara, Dr. Alin Veronika menerima apresiasi tertinggi dari peserta atas wawasan yang relevan menjawab tantangan PMO saat ini. Dr. Alin Veronika dan Aditya Pradana, PMP juga menjadi pembicara yang paling banyak diminta peserta untuk sesi networking lanjutan.

Sejumlah organisasi peserta, termasuk Telkom Indonesia, Telkomsel, dan PT Surveyor Indonesia, turut menyampaikan rencana tindak lanjut sepulang dari acara, mulai dari penerapan Benefit Realization Management, transformasi PMO untuk menyelaraskan inisiatif dengan tujuan korporat, hingga asesmen kapabilitas PMO di tim manajemen proyek mereka.

Bagi Avenew, AveXchange 2026 menjadi format baru untuk mempertemukan komunitas PMO lintas industri dalam satu forum. Dengan SCOPE yang diluncurkan bersamaan dengan acara ini, dan Indonesia PMO Index 2026 yang kini terbuka untuk dipelajari publik, diskusi yang dimulai di AveXchange 2026 diharapkan terus berlanjut melalui agenda riset SCOPE ke depan.

Artikel ini juga tayanh di vritimes