Harga Emas Tembus Resistance US$4.075, Dupoin Futures Pantau Pullback ke US$4.020

FOX News
5 Nov 2026 03:29
Bisnis 0 3
3 menit membaca

Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang melanjutkan tren penguatan setelah berhasil menembus level resistance penting di US$4.075. Keberhasilan breakout tersebut menjadi sinyal positif bagi pergerakan logam mulia, terutama ketika dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai melemah. Meski demikian, harga emas berpotensi mengalami koreksi sementara sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.

Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit menjelaskan bahwa pada timeframe H4, Gold telah berhasil melakukan breakout terhadap resistance sebelumnya di level US$4.075. Pergerakan ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan beli yang membuka peluang bagi harga untuk membentuk momentum bullish lanjutan.

Namun, Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mencermati kemungkinan terjadinya pullback terlebih dahulu. Setelah menembus resistance, harga berpotensi kembali menguji area support terdekat di sekitar US$4.020 sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila level tersebut mampu dipertahankan, peluang bagi XAUUSD untuk melanjutkan penguatan akan tetap terbuka.

Dari sisi indikator teknikal, Stochastic masih memperlihatkan pergerakan positif menuju area overbought. Kondisi ini mencerminkan bahwa momentum beli masih cukup kuat. Selain itu, konfirmasi Bullish Divergence turut memberikan indikasi positif terhadap prospek pergerakan harga emas. Kombinasi breakout resistance, momentum Stochastic, dan sinyal bullish tersebut menjadi dasar Dupoin Futures dalam melihat peluang kenaikan lanjutan, dengan tetap memperhatikan respons harga ketika menguji support US$4.020.

Dari sisi fundamental, harga emas memperoleh dukungan setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami pelemahan menyusul hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Mengacu pada rangkuman MarketScreener, penurunan kedua instrumen tersebut membuat emas kembali lebih menarik bagi investor. Harga emas spot bahkan berhasil bergerak di atas US$4.000 per troy ounce, didukung oleh turunnya imbal hasil Treasury serta meningkatnya ketidakpastian politik dan geopolitik.

Pelemahan dolar AS umumnya memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi AS dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga atau kupon.

Meski demikian, Dupoin Futures juga mencermati bahwa prospek kenaikan harga emas masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, sehingga setiap perkembangan data ekonomi AS berpotensi memengaruhi arah dolar dan imbal hasil obligasi.

Salah satu data yang menjadi perhatian utama investor adalah laporan ketenagakerjaan AS, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP). Apabila data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dapat meningkat dan memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Sebaliknya, data ketenagakerjaan yang kuat berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat, sehingga dapat kembali menopang dolar AS dan menekan XAUUSD.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures melihat prospek harga emas masih cenderung positif setelah breakout US$4.075. Area US$4.020 menjadi support penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang kenaikan selanjutnya. Sementara itu, perkembangan dolar AS, imbal hasil Treasury, dan data NFP akan menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan momentum bullish emas.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Artikel ini juga tayanh di vritimes