Di balik kebersihan stasiun dan kereta LRT Jabodebek yang dinikmati pengguna setiap hari, terdapat sistem pengelolaan kebersihan yang berlangsung sejak sebelum operasional dimulai, selama perjalanan kereta berlangsung, hingga seluruh rangkaian kembali ke depo setelah layanan berakhir.
Untuk menjaga standar kebersihan tersebut, LRT Jabodebek menyiagakan sebanyak 524 petugas kebersihan yang bekerja di seluruh lintas pelayanan. Mereka bertugas secara bergantian untuk memastikan kebersihan area stasiun, rangkaian kereta, hingga fasilitas pendukung lainnya tetap terpelihara setiap hari.
Petugas kebersihan tersebut terdiri atas 3 kelompok utama, yaitu 60 petugas On Trip Cleaning yang menjaga kebersihan selama perjalanan kereta berlangsung, 48 petugas pencuci interior kereta di Depo LRT Jabodebek yang memastikan setiap rangkaian siap beroperasi dan dalam kondisi bersih, serta 416 petugas kebersihan yang tersebar di seluruh stasiun untuk merawat area publik, mulai dari hall, peron, ruang tunggu, toilet, lift, eskalator, hingga fasilitas pendukung lainnya agar tetap bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh seluruh pengguna.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa LRT Jabodebek terus berupaya menjaga pengelolaan kebersihan yang dilakukan secara menyeluruh, karena menjadi salah satu aspek layanan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Kebersihan di LRT Jabodebek tidak hanya dilakukan sebelum atau setelah operasional. Selama kereta melayani pengguna, petugas On Trip Cleaning terus memantau dan menjaga kebersihan interior agar perjalanan tetap nyaman & terjaga,” ujarnya.
Penguatan layanan kebersihan tersebut sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek. Selama periode Januari – Mei 2026, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pengguna, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 10.727.798 pengguna.
Peningkatan tersebut juga tercermin dari rata-rata jumlah pengguna harian pada hari kerja yang naik dari sekitar 98 ribu pengguna pada periode Januari – Mei 2025 menjadi sekitar 120 ribu pengguna pada periode yang sama tahun 2026. Bertambahnya volume perjalanan masyarakat tersebut mendorong LRT Jabodebek untuk terus menjaga kualitas pelayanan, termasuk memastikan kebersihan stasiun dan kereta tetap terpelihara di tengah meningkatnya aktivitas pengguna.
Selain pembersihan rutin, petugas juga melakukan sanitasi fasilitas, pemantauan area dengan intensitas aktivitas tinggi, serta respons cepat terhadap kondisi yang memerlukan penanganan khusus. Penempatan petugas di setiap stasiun juga disesuaikan dengan karakteristik dan volume pengguna sehingga kebersihan fasilitas dan layanan dapat tetap terjaga sepanjang jam operasional.
“Kebersihan bukan sekadar menjaga tampilan fasilitas, namun bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat. Melalui pengelolaan kebersihan yang dilakukan setiap hari, KAI ingin memastikan setiap pengguna LRT Jabodebek memperoleh layanan yang berkualitas dan semakin percaya untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari,” tutup Radhitya.
Artikel ini juga tayanh di vritimes