Bitcoin Rebound ke US$68.000 Usai Perubahan Sentimen Geopolitik

FOX News
2 Mar 2026 06:11
Bisnis 0 7
3 menit membaca

Harga Bitcoin pulih ke atas US$68.000 setelah sempat tertekan oleh eskalasi geopolitik Timur Tengah, memicu perubahan sentimen dan volatilitas pasar kripto.

Harga Bitcoin kembali menguat ke atas level US$68.000 setelah pasar mencerna kabar meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang diumumkan menyusul serangan militer bersama oleh Amerika Serikat dan Israel. Aset kripto terbesar di dunia itu sebelumnya sempat tertekan hingga mendekati US$63.000 seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pada awal perdagangan hari Minggu, Bitcoin tercatat melonjak tajam dan menyentuh level sekitar US$68.200, sebelum bergerak stabil di kisaran US$67.350–US$67.700. Kenaikan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang terjadi sehari sebelumnya, ketika sentimen pasar memburuk akibat meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko. Rebound tersebut menunjukkan respons cepat pasar kripto terhadap perubahan sentimen global.

Perubahan arah harga dipicu oleh interpretasi sebagian pelaku pasar yang menilai kabar tersebut sebagai potensi penurunan ketegangan geopolitik dalam jangka pendek. Harapan akan stabilisasi situasi mendorong kembalinya minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah sebelumnya investor cenderung mencari aset lindung nilai. Dampaknya, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turut mengalami peningkatan dalam waktu singkat.

Namun, reli harga ini juga diiringi oleh volatilitas yang tinggi. Dalam kurun 24 jam terakhir, ratusan ribu trader dilaporkan mengalami likuidasi posisi dengan total nilai mencapai sekitar US$657 juta. Likuidasi tersebut hampir seimbang antara posisi long dan short, mencerminkan kondisi pasar yang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian. Situasi ini menegaskan bahwa meskipun harga pulih, risiko jangka pendek tetap tinggi bagi pelaku pasar dengan eksposur leverage.

Secara teknikal, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan pola kanal harga jangka pendek, menyusul aksi jual besar yang menekan pasar kripto global pada pekan sebelumnya. Analis menilai bahwa pemulihan saat ini lebih bersifat reaktif terhadap sentimen berita, sementara arah tren selanjutnya masih akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan data makroekonomi global. Investor pun cenderung bersikap selektif sambil menunggu sinyal yang lebih jelas.

Bagi investor Indonesia yang ingin memantau dinamika pasar global secara real-time, pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital dapat kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memudahkan investor mengikuti perubahan harga dan sentimen pasar internasional dalam satu aplikasi yang praktis.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk memulai sekaligus mengeksplor berbagai koin kripto lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, serta dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi investor pemula, tidak perlu khawatir karena aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Selain itu, Nanovest telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga telah tersedia di Play Store maupun App Store, mendukung kebutuhan investor untuk memantau dan memanfaatkan peluang di tengah volatilitas pasar global.

Artikel ini juga tayanh di vritimes