Jakarta, 4 Juli 2026 – Penyakit metabolik kini berkembang menjadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks dan saling berkaitan. Kondisi seperti obesitas, resistensi insulin, perlemakan hati, hingga penyakit kardiovaskular kini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan melalui mekanisme biologis antara organ dan sistem tubuh. Kompleksitas tersebut mendorong dunia medis untuk mengembangkan pendekatan diagnostik yang lebih tepat dan bersifat individual sesuai kondisi masing-masing individu.
Melihat perkembangan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) kembali menghadirkan forum ilmiah yang dilakukan secara tahunan Prodia Scientific Day 2026 yang mengangkat tema “Systemic Metabolic Disease: From Molecular Mechanism to Precision Diagnostics”. Kegiatan yang berlangsung di Prodia Tower, Jakarta Pusat, ini menjadi wadah kolaborasi ilmiah bagi klinisi, akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam membahas perkembangan terbaru penyakit metabolik sistemik serta implementasi precision diagnostics di Indonesia.
Perkembangan ilmu biomedis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan transformasi besar dalam pendekatan diagnostik, termasuk pemanfaatan biomarker molekuler dan teknologi omics untuk mendukung deteksi dini, stratifikasi risiko yang lebih akurat, hingga tata laksana pasien yang lebih personal. Melalui forum ini, Prodia berupaya menjembatani perkembangan ilmu dasar dengan aplikasi klinis guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Penyakit metabolik saat ini tidak lagi dapat dilihat sebagai kondisi yang berdiri sendiri. Dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dan personal agar pasien memperoleh penanganan yang tepat sejak dini. Melalui Prodia Scientific Day, kami ingin menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan klinis di lapangan,” ujar Liana Kuswandi, Direktur PT Prodia Widyahusada Tbk. Sebagai perusahaan layanan laboratorium dan diagnostik kesehatan, Prodia terus mendorong pengembangan pemeriksaan laboratorium berbasis evidence-based medicine guna mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi dan terintegrasi.
Prodia Scientific Day 2026 menghadirkan sejumlah pembicara ahli dari berbagai bidang, di antaranya Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, Dr. Miftakh Nur Rahman, M.Farm, Dr. Adhi Pasha Dwitama, MKK, Drg. Ferry Sandra, PhD, serta Dr. dr. Stevent Sumantri, Sp.PD, KAI. Beragam topik ilmiah dibahas mulai dari clinical staging systemic metabolic disease, advanced metabolomics profiling, interpretasi biomarker metabolik, regenerative medicine, hingga autoimunitas pada penyakit metabolik sistemik.
Forum ilmiah ini diikuti oleh dokter umum dan dokter spesialis, akademisi Fakultas Kedokteran, peneliti, tenaga kesehatan, mitra industri, hingga karyawan internal Prodia sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi multidisiplin dalam pengembangan ilmu kedokteran laboratorium di Indonesia. Selain menjadi sarana pertukaran ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi diagnostik yang lebih inovatif dalam praktik klinis di Indonesia.
Melalui semangat inovasi dan kolaborasi, Prodia Scientific Day 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen Prodia dalam mendukung transformasi layanan kesehatan menuju era precision medicine. Prodia meyakini bahwa masa depan layanan kesehatan akan bergerak menuju precision medicine, dimana keputusan klinis didukung oleh data biologis yang lebih spesifik dan personal. Melalui Prodia Scientific Day 2026, Prodia berharap dapat mempercepat adopsi inovasi diagnostik yang memberikan manfaat nyata bagi tenaga medis dan masyarakat Indonesia.
Artikel ini juga tayanh di vritimes