JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama DEWI pada 13 Oktober 2026. Inisiatif ini bertujuan memperluas jangkauan komunikasi diplomatik India sekaligus mempermudah masyarakat Indonesia mengakses informasi mengenai budaya, pendidikan, pariwisata, peluang bisnis, hingga layanan konsuler India.
Peluncuran DEWI sejalan dengan visi M.A.N.A.V. yang diusung Perdana Menteri India Narendra Modi dalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi baru untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik. M.A.N.A.V. merupakan singkatan dari Moral and Ethical Systems, Accountable Governance, National Sovereignty, Accessible and Inclusive, serta Valid and Legitimate, yang menekankan pentingnya pengembangan AI yang etis, akuntabel, berdaulat, inklusif, dan bertanggung jawab.
Kehadiran DEWI diharapkan menjadi sarana komunikasi yang lebih mudah diakses, menarik, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Peluncuran ini juga bertepatan dengan dimulainya musim festival di India, termasuk perayaan Navaratri dan Durga Puja, yang merupakan bagian penting dari tradisi budaya dan keagamaan masyarakat India.
Pemilihan nama DEWI memiliki makna budaya yang erat kaitannya dengan hubungan India dan Indonesia. Nama tersebut berasal dari kata Sanskerta Devī, yang juga dikenal luas sebagai nama perempuan di Indonesia dengan makna yang sama.
Bahasa Sansekerta telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan bahasa dan budaya Indonesia selama berabad-abad. Kesamaan makna dan penggunaan nama Dewi menjadi salah satu contoh warisan budaya yang menghubungkan kedua negara.
Melalui nama tersebut, Kedutaan Besar India tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi, tetapi juga mengangkat kedekatan historis dan budaya antara masyarakat India dan Indonesia.
Melalui berbagai platform media sosial resmi Kedutaan Besar India di Jakarta, DEWI dirancang untuk mendekatkan masyarakat Indonesia dengan berbagai informasi mengenai India.
Cakupan informasi yang akan disampaikan meliputi kebudayaan India, pengalaman wisata, kesempatan pendidikan dan beasiswa, peluang bisnis dan investasi, serta layanan konsuler. Kehadiran avatar AI ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai India melalui pendekatan komunikasi digital yang lebih menarik dan mudah dijangkau.
Inisiatif ini sekaligus mencerminkan upaya Kedutaan Besar India untuk mengembangkan metode komunikasi yang melampaui sistem konvensional dengan memanfaatkan teknologi baru. Melalui DEWI, informasi mengenai berbagai aspek hubungan India dan Indonesia diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Peluncuran DEWI menjadi langkah Kedutaan Besar India di Jakarta dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam komunikasi publik dan diplomasi digital, dengan tetap menonjolkan kedekatan budaya serta memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap informasi mengenai India.
Artikel ini juga tayanh di vritimes