Tidak semua orang menerima penghasilan dengan jadwal yang sama setiap bulan. Pekerja freelance, pekerja lepas, pemilik usaha kecil, atau orang yang bekerja berdasarkan proyek mungkin menerima pemasukan dengan jumlah dan waktu yang berbeda.
Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan perlu lebih fleksibel. Ketika pemasukan belum masuk, tagihan listrik, air, internet, dan kebutuhan rumah tangga lainnya tetap berjalan.
Namun, punya penghasilan yang tidak tetap juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan mengatur uang dengan lebih terencana. Kamu bisa belajar mengenali pola pemasukan, menentukan prioritas, dan menyiapkan dana untuk kebutuhan rutin.
Berbeda dengan pekerja yang menerima gaji pada tanggal tertentu, gaji freelance biasanya bergantung pada proyek, jumlah pekerjaan, kesepakatan dengan klien, dan waktu pembayaran.
Misalnya, bulan ini seorang freelancer mendapatkan beberapa proyek sekaligus. Bulan berikutnya, jumlah proyek bisa lebih sedikit. Nominal pemasukan pun dapat berubah.
Karena itu, pertanyaan berapa gaji freelance sebenarnya tidak memiliki satu jawaban. Penghasilan freelancer sangat bergantung pada bidang pekerjaan, pengalaman, jumlah proyek, tarif, dan kesepakatan dengan klien.
Ada freelancer yang menerima pembayaran berdasarkan proyek. Ada juga yang mendapatkan bayaran berdasarkan hari atau jumlah pekerjaan yang diselesaikan.
Selain sistem pembayaran per proyek, ada juga pekerjaan dengan skema freelance gaji harian. Dalam skema ini, pekerja mendapatkan bayaran berdasarkan jumlah hari kerja atau pekerjaan yang dilakukan pada hari tersebut.
Contohnya, seorang fotografer freelance, kru event, pekerja kreatif, atau tenaga harian dapat menerima pembayaran berdasarkan hari kerja.
Kelebihan dari pola seperti ini adalah pemasukan dapat diterima berdasarkan pekerjaan yang benar-benar dilakukan. Namun, jumlah hari kerja yang tersedia bisa berubah setiap periode.
Karena itu, freelancer perlu membuat perencanaan yang mempertimbangkan kondisi ketika jumlah pekerjaan sedang ramai maupun ketika proyek sedang lebih sedikit.
Salah satu tantangan yang sering muncul adalah tanggal tagihan tetap berjalan meskipun pemasukan tidak selalu datang pada waktu yang sama.
Misalnya, tagihan listrik jatuh tempo setiap bulan. Tagihan air juga perlu dibayar sesuai jadwal. Sementara pembayaran dari klien mungkin baru diterima beberapa hari kemudian.
Situasi seperti ini dapat membuat pengeluaran terasa lebih sulit diatur.
Beberapa masalah yang mungkin muncul antara lain:
Freelancer mungkin sudah menyelesaikan pekerjaan, tetapi pembayaran dari klien belum diterima. Di sisi lain, tagihan rutin sudah mendekati jatuh tempo.
Ketika pemasukan setiap bulan berbeda, menentukan jumlah dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan rutin menjadi lebih menantang.
Ketika mendapatkan pembayaran proyek dalam jumlah besar, ada risiko dana langsung digunakan untuk kebutuhan lain. Padahal, sebagian dana masih perlu dialokasikan untuk tagihan bulan berikutnya.
Dengan banyaknya pekerjaan dan jadwal proyek, tanggal pembayaran tagihan bisa saja terlewat.
Penghasilan yang tidak tetap memang membutuhkan pengelolaan yang lebih fleksibel. Di sisi lain, kondisi ini dapat membantu seseorang menjadi lebih sadar terhadap arus keuangannya.
Kamu bisa mulai mengetahui:
Kapan biasanya pemasukan masuk?Catat pola pembayaran dari setiap proyek atau pekerjaan.
Berapa kebutuhan rutin setiap bulan?Pisahkan kebutuhan seperti listrik, air, makanan, transportasi, dan tagihan lainnya.
Berapa dana yang perlu disiapkan?Gunakan catatan pengeluaran untuk menentukan jumlah minimal yang harus tersedia.
Kebiasaan tersebut dapat membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Buat satu daftar untuk seluruh tagihan rutin. Tulis tanggal jatuh tempo dan perkiraan nominalnya.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kapan dana harus tersedia.
Saat menerima pembayaran dari proyek, langsung pisahkan sebagian dana untuk kebutuhan rutin.
Misalnya, setelah menerima pembayaran freelance, kamu bisa langsung mengalokasikan dana untuk listrik, air, internet, dan kebutuhan lainnya.
Pisahkan dana tagihan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko dana tagihan terpakai untuk keperluan lain.
Buat pengingat beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo. Ini membantu terutama jika kamu memiliki banyak proyek dengan jadwal yang berbeda.
Tidak harus menunggu hari terakhir. Jika dana sudah tersedia dan pembayaran dapat dilakukan, kamu bisa menyelesaikan tagihan lebih awal sesuai ketentuan layanan.
Ketika penghasilan tidak memiliki jadwal tetap, mengurangi hal yang perlu diingat bisa membuat pengelolaan keuangan terasa lebih sederhana.
Untuk kebutuhan rutin seperti tagihan air dan listrik, neobank menyediakan layanan pembayaran tagihan melalui aplikasi. Dengan layanan ini, pembayaran dapat dilakukan secara digital tanpa harus mendatangi lokasi pembayaran secara langsung.
Kamu bisa menggunakan aplikasi neobank untuk membantu mengelola pembayaran tagihan rutin sekaligus menyesuaikannya dengan jadwal pemasukan.
Misalnya, setelah menerima pembayaran proyek, kamu sudah mengalokasikan dana untuk tagihan. Ketika tagihan tersedia, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi neobank.
Tidak memiliki penghasilan tetap membuat seseorang perlu lebih aktif mengatur arus uang. Setiap pemasukan dapat menjadi kesempatan untuk membangun sistem keuangan yang lebih sesuai dengan kondisi pribadi.
Mulai dari mencatat gaji freelance, mengetahui pola pembayaran proyek, menyisihkan dana untuk tagihan, hingga membayar kebutuhan rutin tepat waktu.
Untuk tagihan air dan listrik, layanan pembayaran di aplikasi neobank dapat membantu membuat pembayaran kebutuhan rutin lebih praktis.
Dengan kebiasaan tersebut, kamu bisa tetap menjalani pekerjaan freelance dengan lebih fleksibel sambil menjaga kebutuhan bulanan tetap terkelola.
Mengelola tagihan bulanan tidak harus rumit. Dengan perencanaan yang baik, rutin cek tagihan listrik bulanan, serta memanfaatkan layanan Bayar Tagihan di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pembayaran berbagai kebutuhan dapat dilakukan lebih praktis dalam satu aplikasi.
Fitur Tagihan & Isi Ulang di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce membantu pengguna membayar berbagai tagihan dan melakukan isi ulang layanan digital kapan saja sesuai kebutuhan. Sebelum menggunakan layanan, pastikan kamu memahami jenis layanan yang tersedia, biaya (apabila ada), serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Artikel ini juga tayanh di vritimes