Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (16/4) diperkirakan masih berada dalam tren penguatan, seiring dukungan sinyal teknikal yang tetap solid dan faktor fundamental global yang cenderung kondusif. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa XAU/USD pada timeframe harian masih menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup kuat, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka dalam jangka pendek hingga menengah.
Secara teknikal, harga emas saat ini masih mampu bertahan di atas indikator Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai area penopang pergerakan harga. Bertahannya harga di atas level tersebut menjadi indikasi bahwa tren kenaikan masih berada dalam jalurnya dan belum mengalami perubahan signifikan. Kondisi ini juga mencerminkan bahwa tekanan beli di pasar masih cukup dominan dibandingkan tekanan jual.
Struktur pergerakan yang stabil di atas area support dinamis tersebut memberikan sinyal bahwa harga emas memiliki fondasi yang cukup kuat untuk melanjutkan penguatan. Dalam kondisi seperti ini, koreksi yang mungkin terjadi cenderung bersifat terbatas dan tidak mengganggu arah tren utama yang masih mengarah ke atas.
Dalam proyeksi terbarunya, Dupoin Futures memperkirakan bahwa harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran 4.868. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika harga mampu menembus area tersebut dengan kuat, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka.
Selanjutnya, apabila momentum bullish tetap terjaga, harga emas diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan hingga mencapai level 5.005. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai resistance teknikal, tetapi juga memiliki arti penting secara psikologis bagi pelaku pasar, sehingga sering menjadi acuan dalam menentukan arah pergerakan harga berikutnya.
Dari sisi indikator, pergerakan stochastic yang masih mengarah naik turut memperkuat sinyal bullish. Indikator ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih berlangsung dan sejalan dengan pergerakan harga. Meski demikian, posisi yang mendekati area overbought juga menjadi sinyal bahwa potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan.
Di luar faktor teknikal, pergerakan harga emas juga didukung oleh sejumlah sentimen global yang positif. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman untuk melindungi nilai aset mereka.
Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat juga turut memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan emas. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan yang lebih longgar, baik melalui penghentian kenaikan suku bunga maupun kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi emas, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga emas. Dengan adanya hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, tekanan terhadap dolar akan membuka ruang bagi harga emas untuk bergerak lebih tinggi.
Faktor lain yang turut memperkuat tren kenaikan adalah meningkatnya permintaan dari bank sentral global yang terus menambah cadangan emas mereka. Langkah ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren bullish harga emas masih memiliki peluang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Selama harga mampu bertahan di atas area support utama, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas, dengan potensi pengujian level resistance yang lebih tinggi. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika global yang dapat memicu fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Artikel ini juga tayanh di vritimes