JAKARTA — Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengunjungi Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dalam rangka menelusuri jejak sejarah hubungan India dan Indonesia yang telah terjalin sejak lama. Kunjungan tersebut dilakukan bersama sang istri dan dipusatkan di kawasan yang dahulu menjadi pusat kejayaan Kesultanan Demak. Lawatan ini bertujuan untuk melihat langsung warisan spiritual Islam Nusantara yang selama ini telah ia dengar.
“Saya sudah sering mendengar cerita tentang hubungan India dan Demak sejak dulu. Karena itu saya ingin melihat langsung peninggalannya,” ujarnya dengan antusias.
Dalam agenda tersebut, Dubes India didampingi jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Demak untuk menelusuri koleksi benda bersejarah di Museum Masjid Agung Demak, mengunjungi kompleks makam raja-raja Demak, serta mengamati detail arsitektur masjid yang tetap terjaga keasliannya.
Selama berada di dalam masjid, Dubes Sandeep beberapa kali tampak larut menikmati suasana. Ia mengaku merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan saat berada di ruang utama masjid bersejarah tersebut.
“Di sini terasa damai dan tenang. Masjid yang masih menjaga keaslian arsitektur tempo dulu seperti ini memiliki energi berbeda,” katanya.
Selain arsitektur, ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap budaya lokal, termasuk sarung tradisional yang menurutnya unik dan sarat nilai filosofi.
Kunjungan ini turut mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Demak. Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah CR, menilai kehadiran Dubes India sebagai momentum penting bagi promosi wisata sejarah daerah.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan Dubes India. Ini bukti bahwa warisan sejarah Demak memiliki daya tarik internasional,” ungkapnya.
Menurut Endah, lawatan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan bagian dari jembatan budaya yang lebih luas.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama budaya dan pariwisata yang lebih luas antara India dan Demak,” tuturnya.
Kunjungan tersebut menegaskan kedekatan historis kedua bangsa yang telah terjalin sejak lama, sekaligus membuka ruang kolaborasi budaya di masa mendatang.
Artikel ini juga tayanh di vritimes